(0274) 370169 0881-0800-80101 admin@smpmuh9yk.sch.id

SMP MUHAMMADIYAH 9 YOGYAKARTA

TEGUHKAN AKIDAH, IBADAH, AKHLAKUL KARIMAH dan SIKAP ILMIAH

Menjawab Tantangan PISA, MULANTA Dorong Pembelajaran Berbasis STEM

YOGYAKARTA, MULANTA News – SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta (MULANTA) menyelenggarakan pelatihan guru bertajuk “Penerapan STEM dalam Praktik Pembelajaran di dalam Kelas” pada Kamis (08/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya MULANTA dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era abad ke-21.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta, Agus Rifai, S.Pd., menyampaikan bahwa pendekatan STEM sangat sesuai dengan karakteristik siswa MULANTA. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga perlu memberikan ruang kepada siswa untuk berpikir, mengeksplorasi, memecahkan masalah, dan menghasilkan solusi.

“Pendekatan STEM sangat sesuai dengan karakteristik siswa MULANTA karena mendorong siswa untuk aktif berpikir dan menyelesaikan persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber, Irfan Yunianto, S.Si., M.Sc., Ph.D., memberikan pemahaman kepada para guru mengenai konsep STEM serta bagaimana pendekatan tersebut dapat diterapkan secara konkret dalam proses pembelajaran di kelas.

Dalam pemaparannya, Irfan menjelaskan bahwa penerapan STEM memiliki keterkaitan erat dengan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia. PISA tidak hanya mengukur kemampuan siswa dalam mengingat pengetahuan, tetapi juga menilai kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan untuk menghadapi permasalahan dalam konteks kehidupan nyata.

Menurutnya, kompleksitas permasalahan nyata menuntut siswa untuk melihat persoalan dari berbagai perspektif dan mengintegrasikan pengetahuan lintas disiplin. “Tak satupun permasalahan yang muncul disebabkan oleh satu penyebab yang tunggal,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, pendekatan inquiry menjadi bagian penting. Guru didorong untuk menciptakan situasi belajar yang memantik rasa ingin tahu siswa sehingga mereka tidak langsung diberikan jawaban, melainkan diarahkan untuk menemukan jawaban melalui proses penyelidikan.

Waka Kurikulum, Balu Hidayati, M.Pd., pada kesempatan yang terpisah menyampaikan harapannya bahwa melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin siap mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning) dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. “Pelatihan STEM diharapkan dapat memperkuat pemahaman guru dalam mengelola pembelajaran yang mempersiapkan mereka menjadi pembelajar yang adaptif, kreatif, dan mampu memecahkan masalah.” tegasnya. (Widiyatmoko)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top