
YOGYAKARTA, MULANTA News – Menyambut tahun ajaran 2026-2027, SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta (MULANTA) menggelar Rapat Kerja (RAKER) 2026-2027 pada Senin (06/07) dan Selasa (07/07).
Rapat yang diselenggarakan di Mulanta Hall tersebut mendiskusikan 14 bidang kajian. Dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan tenaga administrasi sekolah, kegiatan ini menghasilkan rencana kerja yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program periode 2026-2027.

Membuka sidang pleno, Agus Rifai S.Pd., Kepsek MULANTA, menggagas perubahan visi sekolah. Pertemuan ini merupakan RAKER perdananya semenjak diangkat menjadi kepala SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta pada Februari silam.
Peserta menyambut baik usulan tersebut dan menyepakati “Membentuk Generasi Bertakwa, Berkarakter Mulia, Cendekia dan Peduli Semesta” sebagai visi baru sekolah.
Agus Rifai menegaskan bahwa visi baru ini mencerminkan karakter pendidikan di MULANTA yang berorientasi pada bertumbuhnya kecerdasan spiritual, emosional, intelektual dan kebermanfaatan sosial. “Nilai-nilai tersebut juga merupakan ruh pendidikan Muhammadiyah yang sedari dulu berkomitmen melahirkan insan berkemajuan yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya lebih lanjut.
Dalam pemaparannya, Agus Rifai mengingatkan satuan kerja untuk menjadikan visi tersebut sebagai acuan dalam merancang setiap program sekolah, proses pembelajaran, dan pembinaan karakter peserta didik.

Masing-masing satuan kerja kemudian mengembangkan berbagai program unggulan. Tim ISMUBA merancang pembiasaan ibadah harian, tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah dan sekolah bertasbih sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kecerdasan spiritual.
Di bidang akademik, tim Kurikulum mendorong budaya literasi, pembelajaran berbasis proyek, serta integrasi STEAM dalam seluruh mapel untuk membentuk generasi yang cendekia.
Program penguatan karakter melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, kepanduan Hizbul Wathan, penyuluhan dan pelatihan ditetapkan oleh tim Kesiswaan. Sementara itu, kepedulian sosial ditanamkan melalui kegiatan bakti sosial, penggalangan dana kemanusiaan, aksi peduli lingkungan, serta berbagai program yang memupuk kepekaan sosial. (Widiyatmoko)